Sains – Mengapa Ban Menjadi Gundul? Inilah Penjelasannya!

Ban Menjadi Gundul

Mengapa Ban Menjadi Gundul? – Ban mobil anda tentunya akan menjadi gundul. Lalu kemana kah karet ban itu menghilang?

Kendati orang tidak menamainya (ban) sebagai karet penghapus, akan tetapi sebenarnya ban kendaraan kita (baik sepeda, motor, mobil) selayaknya digunakan sebagai ‘penghapus’ permukaan jalan raya, oleh karenanya menjadi terkikis menjadi serpihan debu halus yang menyatu dengan lingkungan sekitar kita.

Sebagian tercuci dari permukaan jalan pada saat terkena guyuran hujan, tercampur dengan selokan – selokan, dan diantaranya terbang bersamaan dengan angin, kendati pada akhirnya jatuh lagi ke permukaan tanah entah dimana, baik jatuh secara alami maupun menyatu dengan butiran – butiran air hujan.

Pada akhirnya, semua serpihan – serpihan halus karet menyatu dengan tanah dan lautan sebagai bagian dari unsur alam semesta yang tak terpisahkan, dan serpihan dari permukaan ban tersebut akan kembali menjadi debu dan orang kerap beranggapan bahwa ban kendaraan kita bergulir dengan mulus di sepanjang jalan yang kita lalui, tanpa gesekan yang membuatnya tergerus.

Hal tersebut memang tidak salah, apabila tak terdapat hambatan sama sekali antara permukaan ban dan permukaan jalan. Jika diterangkan secara ilmiah, apabila tiada menemui hambatan sama sekali, maka ban tidak mempunyai cengkeraman dan kita pun tak akan melaju kemana – mana!

Baca Juga : Definisi Pengukuran, Pengujian, Penilaian, Evaluasi, Asesmen

Dan bila itu terjadi, tentunya setiap pembelian ban di dunia ini, akan selalu mendapatkan garansi selayaknya alat elektronik.

Mengapa Ban Menjadi Gundul?

Mengapa Ban Menjadi Gundul

Ban Menjadi Gundul kenapa Di antara 2 permukaan yang terus bergerak di atas yang lain (ban dan permukaan jalan), ban pastinya akan bertemu hambatan medan seperti bebatuan, lubang, kerikil tajam dll

Yang mana akan menyebabkan gesekan atau friksi. Hal ini tidak terhindarkan, termasuk pada perputaran roda sekalipun, akan mengalami friksi dengan badan jalan, meskipun friksi yang terjadi pada gerakan menggelinding lebih minim efeknya ketimbang friksi geser yang dialami oleh ban.

Sebagai bukti, cobalah mendorong mobil anda ke depan dengan ke samping.

Tentunya, beban yang anda rasakan akan jauh lebih berat ketika mendorongnya kesamping (gesek).

Proses friksi inilah yang memakan sejumlah energi gerak serta memuntahkannya kembali dalam wujud dan suhu panas.

Seandainya tidak terdapat pengurangan gerak yang disebabkan oleh konversi sebagian energinya menjadi panas gesekan, maka suatu mesin sudah tentu mampu untuk beroperasi secara simultan dan berkelanjutan tanpa menjadi lambat sama sekali (atau dalam istilah sains disebut perpetual motion).

Disebabkan selalu adanya sebagian energi yang hilang serta menjadi gesekan yang menghasilkan panas, yang seberapapun kecilnya, setiap alat yang diaku sebagai mesin pergerakan kekal pastilah hanya bualan belaka yang diucapkan oleh siapapun penemu pernyataan tersebut.

Setiap menemui halangan pada jalan raya, akan terjadi gesekan antara kedua bahan tersebut, dan salah satunya harus “memberi” yaitu, membiarkan molekul – molekulnya terkikis pada bahan lainnya yang lebih keras.

Permukaan ban yang lunak serta jalan raya yang padat tentunya bukanlah pertandingan yang seimbang.

Oleh karenanya, karet ban akan menadi pihak yang ‘memberi’ yang meyebabkan permukaan ban terkikis menjadi partikel – partikel kecil.

Seandainya, permukaan jalan terbuat dari bahan yang lebih lunak ketimbang bahan dari permukaan ban, maka jalan lah yang akan terkikis!

Menguji Apakah Ban itu Benar-benar Bergesekan?

Menguji Apakah Ban Itu Benar-Benar Bergesekan

Untuk meyakinkan bahwa ban memanb bergesekan dengan jalan raya serta menghasilkan panas, cobalah rasakan ban kita sebelum dan sesudah anda melakukan perjalanan selama kurang lebih 60 menit atau lebih di dalam jalur tol atau bebas hambatan, pada malam hari.

Mengapa malam hari? hal tersebut sekaligus untuk membuktikan bahwa panas ban tersebut adalah berasal dari gesekan, bukan dari suhu terik matahari.

Pernahkah anda melihat adegan dalam film – film action yang menampilkan adegan kejar – kejaran seperti Fast & Furious, Initial D atau bahkan adegan dalam balap motoGP?

Ban yang mencicit dalam adegan kejar – kejaran diakibatkan adanya gesekan friksi antara karet ban (lunak) dengan permukaan jalan (keras) yang dalam keadaan ini, karet ban tidak semata berputar ke depan, namun juga bergeser ke samping bergesekan keras dengan permukaan jalan.

Dalam skala mikroskopis , anda akan menyadari bahwa ban akan bergantian mencengkeram serta mengalami selip hingga ribuan kali dalam periode satu detiknya yang menghasilkan serangkaian getar yang keras serta masuk dalam frekuensi dengan menghasilkan bunyi mencicit yang terdengar oleh kita.

Oleh karena itulah, kita akan seringkali melihat gesekan friksi yang menimbulkan panas tersebut akan menimbulkan bekas berwarna kehitaman pada permukaan jalan tempat terjadinya gesekan tersebut.

Demikianlah penjelasan ilmiah dan sains tentang Mengapa Ban Menjadi Gundul. Semoga menambah wawasan.