PROMO CANVA Rp 95.000,00 /BULAN UNTUK 5 ORANG

Piramida di Gunung Sadahurip? Cek Faktanya Disini

Gunung Sadahurip

Gunung Sadahurip – Awal tahun 2012, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita penemuan adanya sebuah bangunan mirip piramida di gunung Sadahurip yang terletak di desa Sadahurip, Garut, Jawa Barat.

Gunung ini sendiri diperkirakan berusia antara dua sampai lima juta tahun.

Berada di ketinggian 1463 meter di atas permukaan laut, Sadahurip juga berdekatan dengan gunung Talagabodas dan gunung Galunggung.

Penampakan gunung Sadahurip lebih mirip ke piramida dapat dibuktikan saat kita memasuki Kecamatan Wanaraja dari arah Garut, dari sini akan terlihat begitu jelas.

Makin mendekat akan terlihat beberapa tanaman budidaya masyarakat yakni palawija dan sayuran yang ditanam di atasnya.

Piramida di Gunung Sadahurip

Kita sebagai kalangan awam jelas dibuat penasaran, benarkah ada piramida layakna piramida Mesir yang mendunia itu?

Yang pasti, sejak adanya berita piramida di Sadahurip, pemerintah Garut konon segera memperbaiki infrastruktur jalan menuju gunung tersebut.

Dan bisa saja ini dijadikan tempat wisata baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Adanya piramida ini pertama kali diucapkan waktu itu oleh staf khusus Presiden bidang bencana alam dan batuan sosial, Andi Arief yang menyebutkan bahwa tim Katastropik Purba menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di gunung tersebut.

Bisa jadi karena diucapkan dari seorang pejabat inilah yang menyebabkan kehebohan akan adanya bangunan piramida.

Padahal sudah beberapa kalangan terlebih dahulu menyebutkannya dengan ragam hipotesa yang didukung dengan mitos dan keangkeran dari masyarakat setempat yang mengatakan adanya piramida di Gunung Sadahurip.

Tim Katastropik Purba kemudian mengatakan bahwa bangunan di Sadahurip ini berbentuk limas nyaris sempurna sebagaimana piramida Giza di Mesir.

Baca Juga :

Mereka juga menemukan fakta bahwa di Gunung Sadahurip tidak ditemukan adanya kawah di puncak atau di dindingnya.

Selain itu terdapat beberapa batuan di lembah Batu Rahong yang hilang setengah masa batuannya yang akhirnya disimpulkan bahwa pendiri piramida ini memindahkannya untuk dijadikan bahan bangunan piramida Sadahurip.

Tim ini kemudian menyebutkan bahwa menurut hasil penelitian secara intensif dan uji karbon, dapat dipastikan piramida Sadahurip lebih tua dibanding piramida Giza.

Jadi bisa dibayangkan betapa telah majunya peradaban di Garut ribuan tahun silam. Padahal untuk membangun sebuah piramida sangat diperlukan beberapa ilmu penopang yang sangat maju, mulai dari konstruksi, teknologi, material, serta kemampuan sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas.

Untuk menyelesaikan sebuah piramida diperkirakan memerlukan waktu 20 tahun, dengan mengerahkan puluhan ribu orang.

Dengan adanya bukti bahwa bangunan piramida bukan hanya di Mesir, tapi juga ada di Persia, Amerika Tengah, Spanyol, Nigeria, Yunani, dsb, maka bukan hal yang mustahil bangunan ini juga ada di Indonesia.

Bangunan megah seperti Candi Borobudur bahkan sudah dikenal milik Nusantara sejak masa lampau.

Borobudur sendiri dulunya tertimbun tanah dan bebukitan sebelum ditemukan Sir Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya pada tahun 1814 saat mengunjungi Jawa Tengah.

Jadi benarkah yang ada di gunung Sadahurip ini sebuah piramida?

Arkeolog Dr. Bambang Sulistyanto menyatakan bahwa dugaan piramida di Gunung Sadahurip ditinjau dari aspek arkeologi sangat tidak masuk akal karena Indonesia tidak mengenai kebudayaan piramida.

Menurutnya piramida adalah kebudayaan Mesir dari abad sebelum Masehi sedangkan kebudayaan Indonesia kuno bukanlah piramida tetapi punden berundak pada masa prasejarah dan candi pada era klasik atau periode Hindu-Buddha.

Sementara dari sisi astronomi, astronom ma’rufin Sudibyo menyebutkan walau bentuk limas gunung Sadahurip dinyatakan nyaris sempurna, namun arah kelima sisinya tidak simetris dengan arah mata angin.

Menurutnya, dalam sejarah pembangunan piramida di dunia, umumnya terkait astronomi dengan tujuan relatif sama, sebagai pusat ritual dan penentuan musim masa tanam.

Selain itu, piramida umumnya dirancang dengan mengedepankan orientasi gugusan bintang.

Sujatmiko dari ahli kebumian melihat bahwa Piramida Sadahurip terbentuk dari alam tanpa campur tangan manusia dan hal – hal mistis.

Ini didapatnya usai penelitian di lapangan pada 8 Januari 2012 silam. Ia membuktikannya dengan ditemukannya bebatuan dari lava yang mengeras dan menjadi fosil di gunung itu.

Ia kemudian menyarankan agar pemerintah menghentikan penelitian di gunung Sadahurip yang dilakukan oleh tim Katastropik Purba, karena menurutnya tidak ada kaitan nilai sejarah peradaban manusia di gunung tersebut.

Interpreter Geotrek Indonesia, Awang Harun Satyana menyatakan sebaiknya penelitian harus dilakukan dari berbagai sisi keilmuan dan tidak hanya mengupas dengan satu ilmu saja agar tidak terperangkap pada hal yang bersifat dogmatik.

“Tanpa data penelitian yang cukup, kontroversi Sadahurip tidak bisa diselesaikan dengan cepat,” katanya.

Semoga saja teka-tekinya Gunung Sadahurip segera terjawab oleh para ilmuwan agar misteri yang sebenarnya dapat segera terungkap.

Demikianlah informasi mengenai Piramida di Gunung Sadahurip?. Semoga ulasan diatas dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Nantikan artikel informasi ilmu pengetahuan lainnya dari Hypetuts.com, ya.

Semoga bermanfaat!