Serial Naruto shippuden Beserta 5 Pelajaran Politik

Naruto shippuden
Sumber : https://www.liputan6.com/

Serial Naruto shippuden Pada episode pamungkas, Naruto akhirnya menikah dengan Hinata, perempuan yang semenjak kecil menjadi mencintainya dengan tulus tanpa melihat kenyataan bahwa Naruto dulunya sering dikucilkan warga desa Konoha.

Kisah cinta Hinata ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagus tentang cinta, yang tidak melihat atribut apapun pada dia yang dicintai, dan mencintai dengan tulus bahkan pada saat terpuruk sekalipun.

Cerita Naruto shippuden, yang manga-nya sendiri sudah selesai pada tahun 2014, yang kemudian ada beberapa cerita tambahan memang sebuah masterpiece dari Masashi Kishimoto yang sarat akan makna, nilai dan pelajaran-pelajaran hidup.

Tidak mengherankan karena tempat manga Naruto shippuden diterbitkan sendiri, yakni Mingguan Shonen Jump, mempunyai moto “Friendship, Effort and Victory”

Yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih menjadi “Persahabatan, Perjuangan dan Kemenangan”.

Baca Juga : 5 Anime Keren Tapi Terburuk, Yang Ketiga Enggak Nyangka!

Ketiganya bisa diracik dengan apik dalam Naruto. Persahabatannya dengan ninja-ninja lain, dan rivalitasnya dengan Sasuke adalah salah satu titik penting dalam cerita.

Perjuangannya menjadi Hokage, meski pada awalnya dicela dan dikucilkan, akhirnya berbuah manis.

Naruto meraih “kemenangan” dalam meraih impiannya menjadi Hokage setelah berhasil memenangkan Perang Dunia Shinobi ke 4, dengan menghentikan ambisi Madara Uchiha sekaligus mengalahkan Ootsutsuki Kaguya.

Tetapi pelajaran Naruto shippuden tidak hanya itu. Meski tidak terlalu kentara ada beberapa pelajaran-pelajaran terkait politik dan problematikanya yang bisa kita ambil.

Ya, politik yang sering dianggap rumit bisa dipelajari meski secara sederhana dalam serial Naruto ini. Beberapa diantaranya yakni :

Pelajaran Politik Dari Serial Anime Naruto shippuden

Pelajaran Politik Dari Serial Anime Naruto shippuden
Sumber : https://www.proprofs.com/

1. Keberagaman

Sebagai orang Indonesia tentu tidak asing dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, meski berbeda-beda pada hakikatnya kita adalah satu kesatuan. Semenjak awal cerita, kita sudah bisa melihat “kebhinnekaan” dalam Naruto shippuden.

Contoh terkecil adalah desa Konoha. Jika di Indonesia terdapat bermacam-macam suku, di Konoha ada bermacam-macam klan.

Beberapa yang kita terkenal antara lain klan Senju, Uchiha, Hyuuga, Yamanaka, Nara, Akimichi dan Sarutobi.

Diantara klan tersebut malah ada klan yang terkenal akan kerjasama dan kesatuannya ketika menggunakan jurus untuk bertarung, yakni kombinasi antara klan Yamanaka, Nara dan Akimichi.

Anak-anak dari klan ini pasti akan berada dalam satu tim ketika mereka sudah menjadi genin.

Keberagaman ini semakin terasa ketika Perang Dunia Shinobi berlangsung.

Melawan Akatsuki yang kala itu dimotori oleh Tobi/Obito dengan pasukan Edo Tensei melawan Aliansi 5 Desa Ninja.

Disinilah terlihat bagaimana persatuan bisa mengalahkan kejahatan.

2. Kudeta Klan Uchiha

Kudeta secara singkat dapat dipahami sebagai usaha menggulingkan pemerintahan, biasanya dengan tindakan menyerang yang brutal dan ilegal, serta tidak mengikuti konstitusi atau perundang-undangan yang ada.

Di dunia ini banyak terjadi kudeta-kudeta yang cukup terkenal. Terdekat misalnya kudeta yang pernah dilakukan oleh kelompok militer Thailand pada masa Perdana Menteri Thaksin Shinawatra pada tahun 2006 lalu.

Militer seringkali menjadi salah satu aktor yang melakukan kudeta. Dalam Naruto shippuden, hal ini pula yang hampir terjadi.

Klan Uchiha di desa Konoha bisa dibilang klan yang dipandang prestisius, dikarenakan kemampuan bertarungnya yang tangguh.

Kemampuan untuk memiliki Sharingan adalah salah satu penyebabnya. Sebelum desa Konoha ada, Uchiha sendiri merupakan klan yang sering berseteru dengan klan kuat lain yakni Senju.

Kedua klan ini lah yang pada akhirnya menjadi “bapak” pendiri Konoha. Pada awalnya pemimpin Klan Senju, yakni Hashirama menginginkan Madara pemimpin dari Uchiha menjadi Hokage pertama, namun yang akhirnya terpilih adalah Hashirama.

Demi menghormati sekaligus agar bisa mengawasi Uchiha, pada kepemimpinan Hokage Kedua yang notabene adik dari Hokage Pertama, Uchiha dipilih sebagai divisi militer.

Semenjak itu, Uchiha cukup kesulitan untuk menempatkan perwakilan mereka dalam tampuk kekuasaan. Apalagi permusuhan dengan klan Senju perlahan hidup kembali.

Hal inilah yang akhirnya memicu usaha kudeta. Namun usaha ini berhasil dihentikan karena adanya peristiwa yang akan dibahas selanjutnya.

3. Genosida Klan Uchiha

Upaya menghabisi atau membantai secara besar-besaran suatu suku atau kelompok adalah pengertian dari genosida.

Kejahatan kemanusiaan ini pernah mewarnai sejarah kelam hidup manusia modern. Salah satu peristiwa yang paling banyak diingat adalah Holocaust.

Kebencian Adolf Hitler, pemimpin Nazi kepada orang Yahudi membuatnya melakukan tindakan-tindakan kejam.

Kamp-kamp konstentrasi dibuat sebagai tempat penjagalan bagi orang-orang Yahudi.

Jumlah yang terbunuh sulit secara detail disebut, namun perkiraannya ada jutaan orang yang menjadi korban Holocaust.

Kembali ke cerita Naruto shippuden, rencana kudeta oleh klan Uchiha ternyata diketahui oleh Hokage karena adanya Itachi.

Kakak dari Sasuke ini adalah seorang Uchiha yang paling berbakat pada masanya.

Dia berperan sebagai double agent, menjadi mata-mata baik untuk klan-nya sendiri maupun untuk desa Konoha.

Namun Itachi, yang trauma akan perang, memilih melindungi desa agar tidak terjadi perpecahan yang bisa memicu kejadian lebih buruk, seperti diserang desa ninja lain.

Untuk itulah dia melakukan tindakan yang kejam sekaligus heroik. Dia –dan pada akhirnya kita tahu bahwa Itachi mendapat bantuan- menghabisi seluruh klan Uchiha, mulai dari teman-teman bahkan orang tua, kecuali si adik, Sasuke.

Genosida yang dilakukan Itachi membuatnya tidak bisa lagi tinggal di desa dan membuatnya masuk sebagai anggota Akatsuki.

Tujuannya tentu bukan untuk kejahatan tetapi lagi-lagi untuk melindungi desa dan adik tercintanya.

4. Pertemuan 5 Kage

Pertemuan antar negara dalam suatu forum Internasional adalah hal yang lumrah kita lihat.

Biasanya dalam forum itu, suatu negara diwakili oleh kepala negaranya sendiri, atau menteri luar negeri, atau menteri-menteri lain jika forum fokus pada suatu bahasan tertentu.

Negara-negara juga tergabung dalam organisasi-organisasi internasional, yang dalam organisasi tersebut membahas tentang permasalahan-permasalahan di dunia seperti keamanan, ekonomi, pangan, budaya dan lain-lain.

Dalam Naruto pertemuan seperti ini bisa dilihat dalam pertemuan 5 kage. Apa yang dibahas dalam pertemuan ini bermacam-macam, tetapi dalam cerita Naruto shippuden, para ninja memang identik dengan masalah keamanan negara.

Pertemuan ini mungkin sedikit mengingatkan kita akan 5 negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada pertemuan 5 Kage yang pertama misalnya, beberapa hal yang dibicarakan adalah pembagian Bijuu yang diinisiasi oleh Hokage Pertama.

Tujuannya tentu supaya kekuatan seimbang sehingga antar desa tidak terjadi perang.

Hal ini ditentang oleh Kazekage yang justru meminta teritori dari negara Api, tempat Konoha berada, karena desa Suna yang dipimpin Kazekage sudah memiliki Bijuu.

Di masa Naruto hidup, para kage kembali bertemu untuk membahas mengenai Akatsuki yang semakin mengancam karena sudah memiliki 7 dari 9 Bijuu.

Hingga akhirnya pertemuan ini menghasilkan Aliansi 5 Desa Ninja yang kemudian terjadilah peristiwa besar sebagai akhir dari cerita Naruto.

5. Aliansi dan Perang Dunia Ninja

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ancaman Akatsuki membuat 5 desa membentuk aliansi.

Pasukan besar ninja kemudian harus menghadapi pasukan ninja-ninja legendaris yang dihidupkan kembali oleh Kabuto dengan jurus terlarang Edo Tensei, beserta ratusan ribu kloningan Zetsu Putih.

Pertarungan ini menandai Perang Dunia Ninja ke 4. Sebenarnya semenjak dahulu pertarungan antar ninja sudah terjadi bahkan sebelum ada sistem desa.

Keberadaan sistem desa yang diharapkan mampu menciptakan kedamaian pun nyatanya tidak berhasil.

Hal ini bisa dilihat dari Perang Dunia Ninja Pertama hingga Ketiga yang mana terjadi pertarungan antar desa. Hanya di Perang ke Empat inilah lawannya bukan sebuah desa, tetapi sebuah organisasi.

Namun perlu diingat, keberadaan Akatsuki sendiri tidak bisa lepas dari perang-perang selanjutnya.

Perang memang tidak pernah menjanjikan kedamaian, hanya kesengsaraan. Di dunia nyata, pernah terjadi dua perang besar yakni Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2.

Keduanya memakan banyak korban, dan tentunya tragedi kemanusiaan ini tidak ingin kita rasakan kembali.

Apa yang disampaikan Masashi Kishimoto melalui Naruto mungkin salah satunya berkaitan dengan perang ini.

Kekerasan tidak pernah menyelesaikan apapun, karena itulah kita sering melihat Naruto “mengalahkan” musuhnya dengan diplomasi. Ini diharapkan juga mampu terjadi di dunia nyata.

Itulah beberapa pelajaran penting terkait politik yang ada pada serial Naruto shippuden. Bagi penggemar yang mungkin sedih serial Naruto berakhir, jangan khawatir.

Kisahnya kini diteruskan oleh anaknya yakni Boruto. Manganya sendiri sudah dibuat meski bukan digambar langsung oleh Masashi Kishimoto, kini sudah mencapai chapter ke 11.